• Breaking News

    6/01/2017

    Ekspedisi Siberia, Soviet Rusia 1918-1920

    Pasukan Ekspedisi Amerika Serikat ke Siberia 1918 (Wikimedia Commons)
    Kupas Copas | Menjelang akhir Perang Dunia I, Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson memerintahkan sekitar 8.000 tentara ekspedisi AS ke Siberia, Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFS Rusia, pra-Uni Soviet) sebagai bagian dari intervensi Sekutu ke medan Perang Dunia I.

    Di saat yang sama, kaum Bolshevik (komunis Rusia, cikal bakal pendiri Uni Soviet) mendeklaraskan perang dan menggulingkan pemerintahan RSFS Rusia serta menuntut perdamaian dengan kubu Poros yang dipimpin oleh Jerman.

    Sekutu dan AS berharap bahwa dengan membantu menyingkirkan kaum Bolshevik dari kekuasaan, pihak pro RSFS Rusia akan kembali berperang melawan Jerman dan kubu Poros.

    Akan tetapi, kehadiran pasukan Negeri Paman Sam di Siberia menjadi bencana. Mereka justru dikepung oleh pasukan RSFS Rusia dan Bolshevik yang tidak menginginkan intervensi AS di Negeri Beruang Merah. Situasi buruk yang dialami militer AS bertambah ketika mereka berhadapan dengan suhu rendah Siberia, -46 derajat celcius.

    Presiden Wilson bersikukuh ingin menggulingkan pemerintahan Bolshevik. Namun, oposisi publik baik di AS dan RSFS Rusia terus meningkat.

    Akhirnya, pada 1920, pasukan ekspedisi AS ditarik mundur dari Siberia. Dan, Tentara Merah Bolshevik menjadi cikal-bakal Uni Soviet, seteru nomor satu AS pada era Perang Dingin. (Liputan6)